Berita Kota

Spesial Askar Bertuah PSPS

Site Tools

Visitors

Latest Post
Showing posts with label Sepakbola. Show all posts
Showing posts with label Sepakbola. Show all posts

Sriwijaya FC Taklukkan PSPS Pekanbaru

Written By Bg dani on Sunday, December 11, 2011 | 9:06 PM

Kemenangan atas PSPS membawa Sriwijaya FC menempati peringkat tiga klasemen sementara.
Sriwijaya FC berhasil menuai angka penuh di hadapan pendukungnya setelah memetik kemenangan 2-1 atas PSPS Pekanbaru dalam lanjutan Superliga Indonesia (ISL) 2011/12 di Stadion Gelora Jakabaring, Minggu (11/12).

Raihan angka penuh itu membuat Sriwijaya FC naik ke peringkat tiga klasemen sementara dengan nilai enam dari tiga pertandingan. Sedangkan PSPS turun ke posisi sembilan.

Tampil di hadapan pendukungnya, PSPS memperagakan permainan menyerang. Serangan cepat yang dibangun Laskar Wong Kito sudah membuahkan hasil saat laga berjalan satu menit melalui Kayamba Gumbs untuk menaklukkan kiper Fance Harianto.

Tertinggal gol cepat, PSPS mencoba memberikan respon. Tak lama kemudian, PSPS mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan. Namun tendangan bebas Dzumafo Herman berhasil dimentahkan kiper Ferry Rotinsulu.

Kayamba Gumbs menjadi momok bagi pertahanan PSPS. Legiun asing Sriwijaya FC ini memaksa barisan belakang tim Askyar Bertuah bekerja keras. Umpan matang Kayamba Gumbs dari sisi kanan disambut tendangan voli Hilton Moreira pada menit ke-11 untuk mengubah papan skor menjadi 2-0.

PSPS yang tertinggal dua gol di saat laga belum berjalan 15 menit menjadi goyah. Kendati demikian, kondisi ini tidak bisa dimanfaatkan Sriwijaya FC untuk memperbesar keunggulannya. Skor tak mengalami perubahan hingga babak pertama berakhir.

Tim tamu mampu memperbaiki permainan mereka di babak kedua, dan memberikan perlawanan sengit kepada Sriwijaya FC. Kendati demikian, tuan rumah mendapatkan peluang di menit ke-51. Namun tandukan Hilton masih belum menemui sasaran.

Hilton kembali menebar ancaman di barisan pertahanan PSPS. Permainan satu-dua antara Hilton dan Ponaryo Astaman menghasilkan peluang bagi Thierry Gathussi. Namun tendangannya masih melambung di atas mistar.

Pada menit ke-73, PSPS mendapatkan peluang untuk memperkecil ketertinggalannya. Ali Khadafi yang melihat Ferry meninggalkan sarangnya melepaskan tendangan jarak jauh. Ferry yang cukup kaget berjibaku untuk menggagalkan bola bersarang di gawangnya.

Tak lama kemudian, Ferry kembali meregangkan badan untuk mengantisipasi tendangan jarak jauh yang dilepaskan Zaenal Arif.

Tim besutan Mundari Karya itu akhirnya bisa memecahkan kebuntuan mereka dua menit sebelum pertandingan usai. Dzumafo mengubah papan skor menjadi 2-1 memanfaatkan kemelut di depan gawang Sriwijaya FC.

Source : goal.com

Suporter Sriwijaya FC & PSPS Sepakat Berdamai

Written By Bg dani on Saturday, December 10, 2011 | 9:08 PM

Kelompok suporter Sriwijaya FC Palembang dan PSPS Pekanbaru mencapai kesepakatan untuk berdamai di salah satu hotel berbintang di Palembang, kemarin malam (09/12). Kesepakatan tersebut dibuat agar laga Sriwijaya menjamu PSPS hari Minggu besok (11/12) berlangsung lancar.

Seperti yang diketahui, musim lalu kedua kelompok suporter selalu terlibat bentrok yang berujung dengan adanya korban luka-luka, dan intimadasi selalu terjadi kepada suporter tim tamu baik di Palembang dan di Pekanbaru.

Oleh karena itu, mereka ingin menghentikan situasi yang mengganggu kenyamanan tersebut dengan melakukan kesepakatan damai. Hal tersebut merupakan inisiatif dari manajer Sriwijaya Hendri Zainuddin dengan ketua kelompok suporter Asykar The King dan sekaligus manajer PSPS Boy Simbiring.

"Idenya bermula saat bertemu dalam manajer meeting di Jakarta beberapa waktu lalu. Saya yang ditawari langsung menyambut dan tidak menyia-yiakan," kata Boy.

Boy mengungkapkan sebenarnya pertikaian antara kedua kelompok suporter tersebut terjadi karena ulah oknum saja, namun akhirnya menyebar ke seluruh anggota. Ia berharap kesepakatan damai tersebut dapat dicontoh oleh suporter-suporter lain yang sedang bertikai.

"Ini sebenarnya ulah dari satu atau dua orang saja dan kemudian melebar. Sebelumnya, hubungan PSPS dengan SFC demikian baik dan sejuk," ujar dia.

"Saya berharap, dicontoh oleh The Jak dan Viking yang selalu berseteru hingga kini. Atau suporter lain yang ada di Persib dan di Arema. Intinya kita ingin sepak bola aman dan tidak perselisihan yang berujung korban."

Source : goal.com

Titus Bonai Tolak Bintangi Iklan Rokok Meskipun di Bayar 10 Milyar

Written By Bg dani on Friday, November 25, 2011 | 4:13 PM

Jakarta, Bintang sepakbola Indonesia yang tengah naik daun, Titus Bonai sangat anti terhadap rokok. Bukan cuma tidak doyan merokok, ia juga tak mau membintangi iklan rokok meski dibayar Rp 10 miliar.

"Puji Tuhan, akan saya tolak," kata Tibo, panggilan akrabnya saat ditanyai apakah tetap menolak jika bayaran sebagai bintang iklan rokok mencapai Rp 10 miliar, dalam jumpa pers di Yayasan Jantung Indonesia, Cikini, Jakarta, Kamis (24/11/2011).

Tibo, bintang sepakbola kelahiran Papua 4 Maret 1989 ini mengaku memang berasal dari keluarga yang bebas rokok. Orangtuanya sejak dulu memang tidak merokok, sehingga ia merasa malu kalau dirinya sampai kecanduan rokok.

Sama seperti Tibo, bintang sepakbola Indonesia lainnya yakni Octovianus Maniani alias Octo juga sangat antirokok. Meski ornagtuanya sendiri adalah perokok, ia merasa tidak perlu ikut-ikutan karena tahu bahwa asapnya tidak baik untuk fisiknya sebagai atlet profesional.

"Bagi seorang atlet, air lebih penting untuk tubuh kita. Kalau rokok malah merusak. Jadi sama seperti Tibo, saya juga tidak merokok. Kalau iklan rokok, berapapun (honornya) akan saya tolak," kata Octo.

Sementara itu, pengamat sosial Imam Prasodjo juga sependapat dengan kedua atlet muda berbakat yang sednag naik daun di Indonesia tersebut. Menurutnya, efek rokok sangat merusak generasi muda dan bahkan jauh lebih berbahaya dibandingkan serangan teroris.

"Teroris hanya membunuh 1 dari 5 juta orang. Bunuh diri hanya menyumbang 1 kematian di antara 10 ribu orang. Kematian yang terkait dengan sepakbola, hanya 1 dari 25 ribu orang. Tapi rokok, bisa membunuh 1 dari 200 orang," tegas Imam.

Mengenai sponsor rokok dalam event olahraga, sesepuh persepakbolaan Indonesia Arifin Panigoro mengaku optimistis pembinaan olahraga di Indonesia tetap bisa berjalan tanpa sponsor rokok. Menurutnya, perusahaan selain rokok juga banyak yang berminat menyeponsori.

"Bahkan selama ini banyak sponsor yang ingin masuk, tapi justru tidak jadi karena tidak mau disandingkan dengan iklan rokok," kata Arifin tanpa menyebutkan dengan lebih detail jenis sponsor yang dimaksud.


Source : detikhealth.com

Akhirnya, Banaken dan Nzekou Bergabung

Written By Bg dani on Monday, December 20, 2010 | 7:24 AM

Dua pemain asal Kamerun, Banaken Bossoken Arman Joel dan Patrice Nzekou akhirnya bergabung di mess PSPS, Ahad (19/12). Meski sanksi sudah menunggu keduanya, namun kembalinya kedua pemain yang hampir sebulan mangkir latihan ini tetap membuat pelatih Abdul Rahman Gurning sedikit tenang.

“Saya senang mereka sudah kembali ke mess, besok (hari ini, red) mereka bergabung bersama tim untuk latihan persiapan. Maka dengan waktu persiapan yang semakin dekat ini mudah-mudahan kita bisa lebih siap,” ujar Gurning kepada Riau Pos, Ahad (19/12).

Namun, Gurning tetap khawatir dengan kondisi fisik kedua pemain ini. ‘’Saya khawatir dengan kondisi fisik mereka berdua, sebab pemain yang lain sudah hampir sebulan membentuk fisiknya. Kalau teknik dan kemampuan mereka saya tidak ragukan lagi,’’ ujarya.

Saat ditanya bagaimana persiapan PSPS jelang laga tandang menghadapi Persisam Samarinda, 2 Januari 2010? Dikatakan Gurning secara umum tim sudah siap. “Persiapan sudah 80 persen, diharapkan jelang kompetisi sudah 100 persen,” ujarnya.

Source :riaupos.com

Gol "El Loco" Bawa Indonesia Ke Final

Written By Bg dani on Sunday, December 19, 2010 | 9:45 PM

Tim nasional (timnas) Indonesia melaju ke final Piala AFF setelah membungkam Filipina 1-0 (agregat 2-0) pada leg kedua semifinal, di Gelora Bung Karno, Minggu (19/12/2010). Semua gol Indonesia di semifinal dicetak oleh penyerang Cristian Gonzales.

Gol Gonzales di leg kedua terjadi pada menit ke-43. Gol bermula dari pergerakan dengan bola yang dilakukan Gonzalez di luar kotak penalti. Ia menyudahi pergerakan itu dengan sebuah tembakan spekulasi, yang diblok pemain lawan.

Bola kemudian berada dalam penguasaannya lagi. Kali ini pun, ia menembakkan bola, yang di luar dugaan bersarang di sudut kanan atas gawang Filipina.

Indonesia sebetulnya bisa menutup pertandingan dengan skor lebih dari 1-0, seandainya mampu memaksimalkan sejumlah peluang emas, seperti yang didapat Gonzales pada menit ke-19 dan ke-21.

Meski begitu, performa Indonesia secara umum pantas mendapat acungan jempol, karena selama 90 menit bermain dengan tempo dan agresivitas tinggi, dengan tetap menjaga disipin dan fokus dalam bertahan.

Setidaknya itu terlihat dari sulitnya pemain Filipina berpenetrasi menembus kotak penalti Indonesia. Pada sekitar 20 menit menjelang akhir laga, Filipina memperbaiki kemampuan penetrasi mereka. Namun, usaha ini tak diimbangi penyelesaian akhir yang klinis.

Usaha Filipina belum membuahkan hasil ketika pada menit ke-86, Christopher Greatwich menerima kartu kuning kedua akibat mengganjal Markus Horison.

Setelahnya, Indonesia berusaha memanfaatkan keunggulan pemain dan waktu tersisa untuk menambah gol. Namun, sampai peluit berbunyi panjang, papan skor tetap menunjukkan angka 1-0.

Susunan Pemain:
Indonesia: Markus Horizon, M. Nasuha, Zulkifli Syukur, Maman Abdurachman, Hamka Hamzah, M. Ridwan, Ahmad Bustomi, Oktovianus Maniani (Arif Suyono 84), Cristian Gonzales (Bambang Pamungkas 90), Yongki Ari Bowo, Firman Utina.

Filipina: Neil Etheridge, Robert Gier, Anton Edward Del, Roel Gener, James Younghusband, Philip Younghusband, Alexander Borromeo, Jason De Jong, Christopher Greatwich, Ian Araneta, Ray Jonsson.

Source :tribunnewspekanbaru.com

Asykar Theking Nonton Bareng Suzuki AFF 2010

Memberikan dukungan terhadap Timnas Indonesia yang bertanding di leg kedua semifinal Piala Suzuki AFF 2010 tidak mesti datang ke Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Menggelar nonton bareng di salah satu tempat pun kini menjadi tradisi. Seperti yang dilakukan pengurus Asykar Theking, nonton bareng melibatkan pendukung setia PSPS digelar di Pujasera 88, Lima puluh. Selain dihadiri pengurus Asykar Theking, pemain PSPS, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Erizal Muluk pun ikut berbaur dalam memberikan dukungan.

Terlihat juga sebagian besar pemain PSPS. Mereka larut dalam memberikan dukungan timnas Indonesia yang sedang bertanding.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Pekanbaru pun memberikan dukungan penuh untuk timnas. Apalagi sekarang permainan dan penampilannya terus meningkat. Kami berharap begini terus dan rebut gelar yang sudah lama diimpikan,” kata Erizal Muluk dalam keramaian nonton bareng.

Besar harapannya, dengan semakin menanjaknya penampilan timnas Indonesia, mudah-mudahan prestasi ini menular ke PSPS. “Jadi motivasi bagi PSPS, tentunya di Djarum ISL,” harapnya.

Erizal yang tidak bisa menyaksikan nonton bareng hingga selesai itu, karena urusan lain berjanji akan melaksanakan nonton bareng bersama dengan pecinta bola di Pekanbaru. ‘’Nanti kita nonton bareng lagi, persoalan tempat terserah di mana yang terbaik, kalau masih mau di sini juga boleh,’’ katanya dengan bersemangat.

Suasana nonton bareng ini berlangsung riuh, dengan atribut PSPS, dan gendang-gendang yang dimainkan. Hampir semua penonton menikmatinya. Teriakan histeris pun tak jarang terdengar saat peluang gol didapat Indonesia.

“Ya, inilah bentuk dukungan yang kami berikan untuk timnas. Tentunya semua masyarakat Indonesia menginginkan timnas menjadi juara tahun ini,” ujar asisten manajer PSPS, Boy Sabirin.

Source : riaupos.com

Digugat, Lambang Garuda di Kostum Timnas

Written By Bg dani on Tuesday, December 14, 2010 | 5:19 PM

Dua hari jelang pertandingan semifinal Piala AFF antara Indonesia dan Filipina, masalah hukum menghampiri Tim nasional (Timnas).

Seorang pengacara, David ML Tobing menggugat penggunaan lambang Garuda yang ada di kostum Timnas.

Gugatan dilayangkan hari ini, Selasa 15 Desember 2010 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Apa alasan David menggugat kostum Timnas? "Hal itu melanggar UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan," kata David di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa siang.

Dalam Pasal 52 dijelaskan lambang negara dapat digunakan sebagai lencana atau atribut pejabat negara, pejabat pemerintah, atau WNI yang mengemban tugas negara di luar negeri.

"Nah, sekarang apakah bertanding termasuk dalam kategori itu," tambah dia.

Dijelaskan David, lambang negara di kostum Timnas ada di dua tempat. Berupa emblem Garuda di dada kiri dan watermark Garuda yang memanjang dari dada hingga perut bagian atas.

David mengajukan lima pihak sebagai tergugat. Tergugat pertama adalah Presiden.

"Presiden kan meninjau langsung pada saat latihan, harusnya ia melihat lambang itu. Presiden harusnya bertindak, mengambil tindakan," jelas David.

Tergugat kedua adalah Mendiknas, yang merupakan pihak yang memiliki otoritas dan kewenangan untuk merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis.

Sementara, tergugat ketiga adalah Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga. "Tergugat 1 sampai 3 pada dasarnya mengetahui dan menyadari penggunaan lambang negara yang telah dilakukan Tergugat 5, Nike," kata David.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dijadikan tergugat keempat.

Sementara, produsen kostum Timnas, Nike dijadikan tergugat lima. "Karena membuat dan memasarkan kostum Timnas Indonesia yang menggunakan lambang negara," tambah David.

Dalam gugatannya, David meminta PN Jakarta Pusat memerintahkan Presiden, Mendiknas, dan Menegpora melarang dan melakukan pengawasan seksama penggunaan lambang negara.

Juga, "Menghukum PSSI untuk menghentikan pemakaian lambang negara di seluruh kostum," kata David.

PSSI dan pihak Nike juga diminta merevisi dan atau mengakhiri perjanjian PSSI dan Nike yang mengatur penggunaan lambang negara.

"Juga menghukum Nike menghentikan produksi dan menarik peredaran kostum Timnas," kata David.

Dalam gugatannya, David juga meminta putusan ini dapat terlebih dahulu meski ada bantahan, banding, kasasi, dan upaya hukum lainnya.

"Gugatan ini dilayangkan hari ini supaya saat Timnas bertanding di semifinal tidak pakai lambang negara," tambah dia.

Source :vivanews.com

Ahad, PSPS Dijajal Persiks

Written By Bg dani on Friday, December 10, 2010 | 5:53 PM

Akhirnya PSPS mendapatkan lawan uji coba. Ahad (12/12) lusa, skuad Abdul Rahman Gurning sudah bisa menguji kematangan pasukannya.

Lawan yang akan dihadapi tim berjuluk Askar Bertuah itu adalah tim lokal yang saat ini berkiprah di Divisi I Liga Indonesia, Persiks Kuansing. PSPS akan dijajal Persiks di Sport Center Kuansing yang bakal jadi home base PSPS dalam lanjutan lanjutan Djarum ISL 2010.

‘’Insya Allah jika tidak ada perubahan, Ahad nanti kita akan menghadapi Persiks. Uji coba ini lebih kepada adaptasi lapangan. Pasalnya PSPS akan menjamu lawan-lawannya di Djarum ISL di stadion ini nantinya. Kita tak ingin saat kompetisi bergulir kita bermain seperti tamu di rumah sendiri,” kata manajer PSPS, Dastrayani Bibra kepada Riau Pos, Kamis (9/12).

Ditambahkan Dastrayani usai menghadapi Persiks, jika ada tim Kuansing lainnya yang mau uji coba dengan senang hati akan diterima. ‘’Jelas semakin banyak menguji lapangan tentunya bakal menguntungkan bagi kita,’’ ujarnya.

Jika hanya melawan Persiks, tim akan diberangkatkan pada pagi harinya, dan rencananya usai uji coba akan langsung pulang ke Pekanbaru. ‘’Artinya akan pulang hari, jika memang tidak ada lawan lagi untuk uji coba,’’ ungkapnya.

Dastrayani juga menjelaskan hasil akhir bukanlah yang utama karena ini hanya uji coba. Uji coba ini untuk melihat sejauh mana perkembangan tim setelah tiga pekan lakukan latihan pasca liburan. ‘’Selama kompetisi berlangsung kita sangat kesulitan untuk memanfaatkan peluang gol. Jadi setelah uji coba nanti harus ada evaluasi dari pelatih, mana yang dianggap lemah harus segera dibenahi. Tentunya dengan menambah jadwal uji coba lagi,’’ sebutnya.

Pada uji coba nanti, Dastrayani berharap semua pemain yang menghuni skuad PSPS dimainkan pelatih Abdul Rahman Gurning. ‘’Bagi saya tidak mengenal yang namanya pemain cadangan. Pemain yang ada harus siap dimainkan dan membuktikan kualitasnya bahwa mereka memang layak berseragam PSPS,’’ tegasnya.

Sementara ketua harian PSSI Kuansing, H Firdaus Oemar, SH menyambut baik uji coba ini.

“Ya, kita akan uji coba dengan PSPS untuk membantu persiapan mereka dalam lanjutan Djarum ISL,” ujar Firdaus.

Pihaknya memastikan kondisi Sport Center Kuansing sudah boleh dikatakan 99 persen. Dan dia berharap stadion ini benar-benar layak sebagai home base PSPS. Dia pun berharap uji coba nanti bisa menjadi hiburan tersnediri bagi masyarakat Kuansing.

“Kita berharap masyarakat bisa terhibur dengan penampilan kedua tim, meski ini hanya laga uji coba,” ujar Firdaus.

Source :riaupos.com

Victory Kerja Keras setelah Jalani Debut

Written By Bg dani on Thursday, December 9, 2010 | 5:33 PM

Victory Yendra
Penampilan Victory Yendra yang memikat bersama PSPS U-21 musim lalu membuat pelatih Abdul Rahman Gurning mempromosikannya ke tim senior PSPS di Djarum ISL musim ini.

Jika di tim U-21 dia menjadi penyerang andalan, perlu waktu baginya untuk menembus skuad utama Askar Bertuah senior. Apalagi di lini depan, PSPS memiliki duet maut yang musim lalu mengemas 31 gol, Dzumafo Epandi Herman (16) dan M Isnaini (15).

Meski begitu impian anak Kuantan Singingi (Kuansing) itu membela Askar Bertuah menjadi kenyataan. Saat PSPS memainkan laga ketujuhnya menjamu Persib Bandung di Stadion Rumbai, 2 November lalu, Gurning memasukkan Victory menggantikan Isnaini yang cedera pada menit ke-34. Permainannya saat itu tidak mengecewakan dan dia juga sempat mejadi buah bibir penonton. Jika diberi kesempatan lagi diyakini dia bisa lebih baik.

‘’Saat dipercaya pelatih main melawan Persib merupakan kebanggaan bagi saya sebagai pemain sepakbola. Memang saat itu saya hanya bermain sekitar 60 menit, tapi rasanya sudah main penuh, ditambah PSPS menang saat itu,’’ kata Victory menjawab Riau Pos, Rabu (8/12).

Ya, dari tujuh laga yang dilalui PSPS, baru kali itu dia dimasukkan dalam line-up cadangan dan dimainkan Gurning. Sejak mencatat debutnya bersama Askar Bertuah, lajang 21 tahun ini bertekad latihan lebih keras lagi agar bisa menjadi pilihan utama pelatih Abdul Rahman Gurning.

‘’Saya sempat kaget saat diberi kesempatan itu, tapi saya berusaha memberikan apa yang saya miliki. Dan ini pengalaman bagi saya. Setelah menjalani debut, saya termotivasi untuk dipercaya lagi dan memberikan kontribusi yang penting bagi tim,” tuturnya.

Asisten manajer PSPS, Boy Sabirin menilai, Victory adalah aset dari PSPS. Apalagi dia adalah anak jati Riau. Boy menilai debut Victory cukup menggoda dan banyak gerakan-gerakannya yang membuat lawan kelimpungan mengawasinya.

‘’Dia bermain cukup bagus saat itu. Namun dia perlu jam terbang lebih agar bisa menembus tim utama. Saya yakin lambat laun dia pasti akan mendapatkan itu asal dia mau berusaha dan latihan lebih keras lagi,’’ ujar Boy Sabirin.

Source : riaupos.com

PSPS Cari Lawan Tanding

Rencananya Kamis (9/12) sore ini PSPS akan beruji coba dengan Riau Pos FC. Namun karena sesuatu hal rencana itu ditunda sampai ada kesiapan dari lawan untuk bermain.

Meski begitu jelang kompetisi Djarum ISL, pasukan Abdul Rahman Gurning terus berupaya mencari lawan uji coba.

‘’Rencana uji coba dengan Riau Pos FC terpaksa ditunda karena ada pembukaan liga lokal di hari yang kami jadwalkan. Namun kami juga terus berupaya untuk mencari lawan uji coba,’’ kata asisten pelatih PSPS, Afrizal kepada Riau Pos, Rabu (8/12).

Uji coba yang diagendakan ini, jelas untuk memberikan peluang bagi pemain pengganti PSPS yang selama kompetisi kurang mendapatkan kepercayaan dari pelatih.

‘’Dari waktu tiga pekan latihan yang dilakukan tentunyan kita perlu lawan untuk dijadikan tempat mengaplikasikan apa yang sudah diberikan saat latihan. Dan setelah itu tentunya akan ada yang dievaluasi untuk diperbaiki,’’ jelas Afrizal lagi.

Memang ada rencana PSPS untuk melakukan uji coba keluar Riau, seperti ke Batam. Namun sebelum ke sana harus ada uji coba dengan tim lokal dulu. ‘’Setelah itu kita juga akan mencari lawan yang sepadan. Bisa jadi dilakukan di Pulau Jawa. Namun yang pasti saat ini kita menunggu siapa tim yang siap untuk beruji coba dengan PSPS,’’ tutupnya.

Source :riaupos.com

Filipina Tak Bisa Gelar Semifinal

Federasi Sepakbola ASEAN (AFF) menyatakan dalam siaran persnya, Rabu (8/12/2010), bahwa di Filipina tidak terdapat stadion yang dinilai memenuhi persyaratan untuk menggelar laga semifinal AFF Suzuki Cup 2010.

Berarti, runner-up dari Grup B Filipina yang akan berhadapan dengan timnas Indonesia sebagai juara Grup A AFF Suzuki Cup 2010 menghadapi masalah. Filipina tidak dapat melangsungkan pertandingan pada leg pertama di negaranya.

Seperti diketahui, laga semifinal dipertandingkan dua kali secara kandang dan tandang (home-away). Laga pertama sedianya dimainkan di Filipina, Kamis (16/12/2010) pekan depan. Sedangkan leg kedua dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (19/12/2010).

AFF menyebutkan bahwa Filipina tidak dapat melangsungkan pertandingan semifinal maupun (berikutnya) final sebagai tuan rumah sebab tak ada stadion yang memenuhi standar untuk AFF Suzuki Cup 2010.

AFF menyatakan telah mengambil keputusan dengan pertimbangan seksama dan melakukan pembicaraan dengan pihak-pihak terkait. Satu set panduan yang diatur dalam “Kewajiban Penyenggaraan Turnamen” harus dipenuhi lebih dulu oleh pihak calon tuan rumah sebelum sebuah stadion dinyatakan mencapai standar kelayakan untuk menggelar AFF Suzuki Cup.

Karena, faktanya, tidak ada stadion di Filipina yang memenuhi syarat tersebut, Federasi Sepakbola Filipina setuju bila mereka diizinkan untuk memilih bertanding satu kali di tempat netral atau dua-duanya pertandingan (home-away) dilakukan di negara yang akan jadi lawan di semifinal.

Kepada Filipina, AFF mengucapkan selamat atas keberhasilan mencapai semifinal untuk pertama kalinya.

Source : okezone.com

Vietnam Lolos Dramatis

Vietnam secara dramatis memastikan diri melangkah ke semifinal AFF Cup 2010, usai mengalahkan tim kuat di Grup B Singapura 1-0, pada pertandingan yang berlangsung di My Dinh National Stadium, Hanoi, Rabu (8/12/2010).

Kemenangan ini sekaligus memastikan Vietnam keluar sebagai juara Grup B dengan raihan enam poin dari tiga kali berlaga. Sementara Filipina hanya bermain tanpa gol melawan Myanmar. Alhasil, Filipina menjadi runner-up dengan raihan lima poin.

Vietnam yang memulai pertandingan dengan status penghuni posisi ketiga, mempunyai misi harus menang. Sementara Singapura cukup memetik hasil imbang untuk bisa lolos ke semifinal.

Dengan tuntutan harus menang itulah Vietnam langsung menggeber serangan sejak menit awal pertandingan. Pelatih Henrique Calisto menurunkan skuad terbaiknya dalam menghadapi lawan yang juga memiliki kualitas di atas rata-rata.

Singapura masih mengandalkan beberapa nama pemain naturalisasinya seperti Agu Chasmir, Mustavic Fahrudin dan Alexandar Duric. Pemain yang juga bintang di Indonesia Super League seperti Noh Alam Shah dan Baihakki Khaizan juga menjadi pilihan utama pelatih Radojko Avramovic.

Vietnam dengan ciri khas permainan cepat dan tak kenal lelah, sukses mencetak gol melalui skema serangan balik cepat di menit 31. Adalah Nguyen Vu Phong yang sukses menggetarkan gawang Hasan Sunny, usai menerima umpan dari sisi kanan pertahanan lawan. Vu Phong yang datang dari belakang, tidak terkawal bek Singapura.

Unggul 1-0 langsung dipertahankan Vietnam dengan memilih bermain bertahan. Singapura pun kesulitan menembus rapatnya pertahanan tuan rumah. Serangan yang sporadis dilakukan Singapura kerap kali patah atau gagal menemui sasaran.

Vietnam harus kehilangan satu pemainnya Nguyen Trong Hoang setelah melakukan pelanggaran dan harus menerima kartu kuning kedua di menit 65. Dengan hanya menyisakan 10 pemain, Vietnam terpaksa menumpuk seluruh punggawanya di lini belakang.

Strategi ini berjalan jitu, Singapura harus menerima kenyataan setelah hingga menit akhir pertandingan gagal menjebol gawang Vietnam dan pertandingan pun berakhir buat kemenangan tuan rumah.

Source :okezone.com

Terbanglah Tinggi, Garuda ku!

Written By Bg dani on Wednesday, December 8, 2010 | 11:53 AM

HASIL fantastis diperoleh Timnas Indonesia sepanjang babak penyisihan Grup A, AFF Suzuki Cup 2010. Kini, mampukah skuad Garuda menancapkan kukunya untuk mencatat sejarah baru dengan merebut trofi juara untuk pertama kalinya?


Jika melihat performa Firman Utina dkk sepanjang babak penyisihan grup, Indonesia memang berpeluang besar untuk bisa mengakhiri catatan buruk sepanjang enam perhelatan AFF Cup (dulunya Piala Tiger). Bagaimana tidak, merah putih melewati fase grup dengan sempurna.

Tiga kali main, skuad besutan Alfred Riedl sukses mengakhirinya dengan kemenangan. Negara tetangga Malaysia menjadi korban pertama yang ‘diganyang’ 5-1. Di laga kedua, Laos yang mengalahkan Indonesia 0-2 di Sea Games tahun lalu juga tak bisa berkutik. Dua gol kapten tim Firman Utina mengantar Indonesia melakukan pembalasan sempurna dengan memberondong setengah lusin gol tanpa mampu dibalas.

Terkini, malam tadi Indonesia kembali menunjukkan diri sebagai calon kuat juara dengan menundukkan kolektor tiga kali juara Thailand dengan skor 2-1, setelah sebelumnya sempat tertinggal 0-1. Hasil ini memaksa negeri ‘Gajah Putih’ yang sebelumnya digadang-gadang bakal keluar sebagai juara justru harus terkapar di penyisihan grup. Kemenangan ini juga merupakan sejarah baru bagi persepakbolaan Indonesia yang belum pernah menang atas Thailand.

Dengan mengoleksi poin maksimum, sembilan angka, Indonesia melaju mulus ke semifinal didampingi Malaysia. Hebatnya, kegemilangan laskar merah putih juga dibarengi dengan penampilan solid baik saat bertahan maupun menyerang. Ini dibuktikan dengan catatan statistik dimana Indonesia mampu mencetak 13 gol dan hanya kebobolan dua gol.

Torehan prestasi Indonesia kali ini jelas memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia khususnya para pecinta sepak bola. Ini terbukti dengan terus meningkatnya jumlah dukungan fans yang datang langsung ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Jika di pertandingan pertama, Indonesia hanya didukung sekira 30.000 fans, di laga terakhir jumlahnya meningkat dua kali lipat hingga menembus angka 65.000 fans.

Selain berkat performa solid dan kerja sama apik para pemain di lapangan, serta dukungan penuh supporter, hasil ini juga tak lepas dari peran pelatih Alfred Riedl yang sukses memberikan warna baru dalam permainan timnas. Di era kepemimpinannya, arsitek asal Austria ini melakukan terobosan berani dengan mengubah paradigma timnas yang selama ini hanya mengandalkan para pemain seniornya.

Di tangan Riedl, para pemain muda mendapat kepercayaan penuh untuk bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa. Nama-nama baru yang sebelumnya tak pernah terdengar seperti Zulkifli Syukur, M. Nasuha (bek sayap), Ahmad Bustomi hingga Oktovianus Maniani sukses menggantikan peran para seniornya. Dengan kombinasi pemain muda dan senior, kini Indonesia menjelma sebagai kekuatan baru di Asia Tenggara.

Selain faktor di atas, dukungan pemerintah yang memberikan kesempatan kepada timnas untuk melakukan naturalisasi juga pantas mendapat aplaus tersendiri. Bagaimana tidak, masuknya dua pemain blasteran di tim, yakni Christian ‘El Loco’ Gonzales dan idola baru Irfan Bachdim sukses memberi warna tersendiri dalam permainan tim.

Ya, duet El Loco dan Bachdim di lini depan membuat lawan-lawan Indonesia di babak penyisihan grup seakan buta dengan kekuatan Indonesia. Alhasil keduanya pun sukses memberikan sumbangsih maksimal untuk tim. Dari tiga laga, Bachdim sukses melesakkan dua gol, masing-masing saat melawan Malaysia dan Laos.

Sementara El Loco, bomber veteran dari tim Persib Bandung sukses menyarangkan satu gol. Tak hanya gol, bomber 34 tahun ini juga rajin memberikan ‘assist’ yang berujung gol. Bukti konkritnya adalah pergerakannya di kotak penalti yang memaksa pemain Thailand melakukan pelanggaran dan berujung penalti yang dieksekusi dengan dingin Bambang Pamungkas untuk membawa Indonesia menyamakan kedudukan saat melawan Thailand. Hal serupa juga sempat dilakukan El Loco saat bersua Laos di pertandingan sebelumnya.

Nah, dengan komposisi tim yang seimbang, Indonesia tentunya berpeluang besar mengakhiri rasa penasaran mereka dalam delapan kali perhelatan AFF Cup, dengan memeluk trofi juara. Seperti diketahui, sepanjang perhelatan ajang dua tahunan tersebut, pencapaian maksimal skuad Garuda hanya tiga kali menjadi finalis. Inilah momen tepat untuk menandai kebangkitan sepak bola Indonesia yang dahulu sempat dikenal dengan sebutan ‘Macan Asia’. So, terbanglah tinggi Garuda ku!

Source : okezone.com

Kostum Timnas Indonesia Terbuat dari Bahan Daur Ulang

Written By Bg dani on Tuesday, December 7, 2010 | 9:45 PM

Nike mempersembahkan kostum timnas yang ramah lingkungan untuk dikenakan saat Piala Suzuki Federasi Sepakbola Asean atau Piala Suzuki AFF 2010. Tiap kaus berbahan poliester yang terbuat dari daur-ulang delapan botol plastik.

Menurut Marketing Manager Nike Indonesia Dyah Oetari (Ms) untuk membuat kostum timnas 2010, pemasok kain untuk Nike mengumpulkan botol plastik bekas dari berbagai tempat dan melelehkannya untuk menghasilkan benang baru untuk dianyam menjadi bahan kaus.

Proses ini menghemat bahan dasar dan mengurangi konsumsi energi hingga 30% jika dibandingkan dengan pembuatan dari bahan dasar baru. Dengan menggunakan bahan poliester daur-ulang untuk kostum nasionalnya, Nike berhasil mengurangi limbah poliester yang akan dibuang ke TPA di seluruh dunia.

Kostum timnas ini merupakan langkah penting dalam usaha menjadikan produk Nike lebih ramah lingkungan. Dengan menggunakan poliester daur-ulang untuk koleksi kostum timnas barunya, Nike telah mengambil peran aktif dalam usaha pelestarian lingkungan dengan mengumpulkan sekitar 5 juta ton botol plastik bekas untuk didaur-ulang.

Lebih lanjut diutarakan Dyah, semua kostum timnas telah dirancang dengan mempertimbangkan budaya dan identitas tiap negara yang berpartisipasi. Nike memahami benar kebanggaan yang dirasakan atlet saat membela nama negaranya, jadi setiap kostum (versi otentik) dirancang untuk menonjolkan identitas dan budaya persepakbolaan yang unik dari tiap timnas.

Untuk kostum timnas Indonesia, desain digabungkan dengan inspirasi budaya dalam negeri yang menjadi acuan dalam pembuatan konsep kostum ini. Bhinneka Tunggal Ika menjadi desain inspiratif dalam penentuan pesan yang memotivasi timnas dalam bertanding dan dicantumkan di dalam desain. Tulisan Bhinneka Tunggal Ika dapat ditemukan dibalik lambang Garuda pada sisi kanan depan seragam. Logo sayap Garuda di bagian leher dalam melambangkan lambang negara sekaligus cermin identitas bangsa.

Turut melestarikan lingkungan bukan berarti harus mengorbankan performa inovatif yang selalu menjadi ciri kostum Nike. Kostum dirancang agar atlet tetap kering, sejuk dan lebih nyaman, suhu tubuh juga terjaga optimal sehingga mereka bisa bermain secara maksimal di lapangan.

Bahan Dri-Fit Nike yang telah diperbaharui kini 15% lebih ringan dari sebelumnya, membantu menjaga agar pemain tetap kering dengan menyerap keringat agar bisa cepat menguap di bagian luar kaus. Zona ventilasi ditempatkan di samping kaus untuk menambah kemampuan kaus untuk bernafas, dipadu dengan bahan yang meningkatkan aliran udara sebanyak 7% dari versi sebelumnya. Aliran udara kini melewati seluruh bagian torso pemain, menjaganya tetap sejuk. Zona ventilasi terdiri dari 200 lubang laser kecil yang dilapis dengan aplikasi halo inovatif Nike. Aplikasi ini menjaga agar zona ventilasi tidak mudah robek, tanpa mengurangi aliran udara yang menembusnya.

Celana pendek dari kostum Nike ini juga memiliki zona ventilasi di bawah karet pinggang dan dekat pangkal tulang belakang, jadi daerah yang biasa paling berkeringat ini, kini akan terjaga tetap kering.

Struktur kaus yang dianyam ganda tidak hanya memberikan tampilan yang lebih ramping, menjadikannya 10% lebih elastis dari versi kaus timnas Nike sebelumnya. tapi juga memberikan bentuk ukuran yang dinamis, mengikuti lekuk tubuh, keleluasaan gerak dan aliran udara yang maksimal.

Para pemain juga bisa menikmati keunggulan dari Nike Pro Combat dalam kostum timnas mereka. Pro Combat dirancang khusus dengan teknik canggih yang mengimpementasikan celana pendek dengan sistem Slider and Impact untuk perlindungan tambahan terhadap benturan ringan dan gesekan, serta therma Mock yang melindungi leher pemain dari kondisi main yang keras.

Replika kostum timnas tersedia di seluruh Nike Store mulai dari 15 November 2010 dengan harga Rp 599.000

Selain kostum timnas, bersamaan dengan AFF Suzuki Cup 2010, Nike juga meluncurkan kampanye "Be The Next". Kampanye ini membidik secara khusus para pemain sepakbola muda, mendorong mereka untuk menjadi pemain sepakbola nasional di masa mendatang. "Be The Next" membangkitkan rasa bangga dan mendorong generasi muda untuk mendukung tim nasionalnya untuk menjadi juara. Kampanye "Be The Next" juga merupakan panggilan bagi para pemain muda untuk menjadi bagian dari tim nasional generasi berikutnya, menginspirasi mereka untuk terus memupuk impiannya agar bisa membawa tim nasional ini ke ajang yang lebih tinggi.

Salah satu program "Be The Next" adalah "Nike Shout" yang secara resmi diluncurkan 29 November 2010. "Nike Shout" yang berupa papan perimeter Twitter pertama di wilayah ASEAN untuk menyatukan para supporter di seluruh Asia Tenggara, via jaringan sosial, untuk menonton bersama dan merayakan saat-saat menakjubkan dalam persepakbolaan ASEAN. Melalui program ini, para supporter bisa mengirim kalimat pendukung dan pembakar semangat, dan pesan mereka ini akan ditampilkan secara langsung saat ajang Piala AFF Suzuki yang akan dimulai tanggal 1 Desember 2010.

Source :tribunnews.com

Indonesia Pertahankan The Winning Team

Written By Bg dani on Saturday, December 4, 2010 | 7:49 AM

Saat melawan Laos, Sabtu (4/12/2010), Menurut asisten pelatih timnas Indonesia, Wolfgang Pikal, Indonesia akan menurunkan tim yang sama saat membantai Malaysia 5-1.

Indonesia memang tampil luar biasa saat melawan Malaysia. Meskipun harus kebobolan terlebih dahulu, "Merah Putih" bangkit dan memberondong gawang Malaysia sebanyak lima kali.

Kemungkinan bahwa Indonesia akan menurunkan pemain yang sama juga terlihat pada sesi latihan tadi pagi. Berdasarkan pantauan Kompas.com, pelatih Alfred Riedl membagi dua tim yang salah satunya sama dengan komposisi pemain yang turun melawan Malaysia.


Mereka adalah Markus Horison, Maman Abdurachman, M Nasuha, Zulkifli Syukur, M Ridwan, Oktovianus Maniani, Ahmad Bustomi, Firman Utina, Cristian Gonzales, dan Irfan Bachdim.

"Kemungkinan besar, kami akan mempertahankan tim yang sama saat melawan Laos. Semua pemain dalam kondisi siap. Hanya, Arif Suyono mengalami cedera pangkal paha," papar Pikal kepada wartawan, Jumat (3/12/2010).

Jika Indonesia mampu menekuk Laos, maka Bambang Pamungkas cs otomatis lolos ke semifinal Piala AFF 2010.

Source :tribunnewspekanbaru.com

Timnas Indonesia Ganyang Malaysia 5-1

Written By Bg dani on Wednesday, December 1, 2010 | 9:35 PM

 Cristian Gonzales
Indonesia membuka Suzuki AFF Cup 2010 dengan meyakinkan. Menghadapi Malaysia, skuad arahan Alfred Riedl itu menang telak 5-1.

Riedl tak memasang Bambang Pamungkas sebagai starter, sebagai gantinya ia menduetkan Cristian Gonzales dengan Irfan Bachdim di lini depan. Pilihan ini terbukti jitu karena Cristian terbukti mampu memenangi duel bola dengan bek Malaysia, sementara pergerakan Irfan begitu liat.

Satu nama lagi yang pantas mendapatkan pujian adalah Oktavianus Maniani. Okto mampu melakukan tusukan dari sayap kiri dengan baik dan nyaris terus berlari sepanjang pertandingan.

Hasilnya lima gol pun bersarang di jala Malaysia. Cristian dan Irfan sama-sama menciptakan satu gol, sementara tiga lainnya disumbangkan M. Ridwan, Arief Suyono dan gol bunuh diri Mohamad Asrarudin.

Berkat kemenangan ini, Indonesia memimpin klasemen sementara Grup A dengan nilai 3. Posisi dua dan tiga ditempati oleh Thailand dan Laos yang sama-sama mengoleksi nilai satu.

Jalannya Pertandingan
Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (1/12/2010) malam WIB, Indonesia langsung menekan sejak babak pertama dimulai. Namun Malaysia memberikan kejutan pada 'Tim Merah Putih'.

Sebuah umpan panjang dari lini belakang diterima oleh Mohamad Safee Bin Mohamad Ali di sisi kiri. Usai mengecoh Hamka Hamzah, ia melepaskan umpan kepada Norshahrul Idlan yang tak terkawal. Lewat satu sepakan kaki kanan, ia pun langsung melepaskan tendangan yang merobek jala Markus.

Namun, keunggulan Malaysia tak berlangsung lama. Pada menit 21, umpan Nasuha dari sisi kiri meluncur deras ke kotak penalti Malaysia. Ada Irfan Bachdim di sana, namun terkena kaki pemain Malaysia, Mohamad Asrarudin. Skor berubah 1-1.

Indonesia akhirnya berbalik unggul di menit 33 setelah bola di kaki pemain Malaysia direbut oleh Firman Utina. Firman pun langsung memberikan bola kepada Cristian, yang usai menggiring bola sejenak, melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti. Skor berubah menjadi 2-1.

Malaysia mencetak gol di menit 40! Namun dianulir oleh wasit. Mohamad Safee yang menanduk bola tepat di depan gawang Markus sudah lebih dulu terperangkap offside.

Indonesia yang terus menekan kembali mendapatkan peluang emas di menit 42. Irfan yang tengah berada di dalam kawalan pemain Malaysia, melepaskan tendangan keras kaki kanan dari luar kotak penalti.

Hasilnya? Bola hasil sepakan Irfan masih melebar di sisi kanan gawang Malaysia.

Indonesia memperbesar keunggulan beberapa menit setelah babak kedua dimulai. Umpan satu-dua antara M. Ridwan dan Ahmad Bustomi diselesaikan dengan baik oleh Riidwan.
Sepakannya dari dalam kotak penalti tak bisa dihalau kiper Malaysia, Mohamad Sharbinee.

Unggul dua gol membuat Indonesia terus menekan pertahanan Malaysia. Pada menit 58, sebuah kerjasama apik antara Okto Maniani dan Firman Utina diselesaikan Cristian Gonzales dengan sebuah sepakan kaki kiri.

Sial bagi Cristian, tendangannya bisa ditepis oleh Sharbinee. Bola muntah sempat diincar Irfan Bachdim, tapi penyerang bernomor 17 itu sudah lebih dulu terperangkap offside.

Satu peluang lagi diciptakan Indonesia pada menit 61. Sial bagi Indonesia, tendangan M. Nasuha dari sisi kiri lapangan masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Malaysia.

Irfan memiliki kans bagus di menit 63. Ia melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti, tapi Sharbinee berhasil membloknya.

Okto Maniani benar-benar tampil brilian di sayap kiri Indonesia. Pada menit 74, pergerakannya di sisi lapangan dilanjutkan dengan operan matang kepada Cristian Gonzales. Nama terakhir, usai mempertahankan bola dari bek-bek Malaysia, mengirim operan kepada Irfan Bachdim di sisi kanan.

Irfan pun langsung melepaskan tendangan keras kaki kanan. namun masih bisa dihalau oleh Sharbinee.

Dua menit berselang, gol keempat Indonesia pun lahir. Berawal dari umpan lambung dari sisi kiri pertahanan Indonesia, bola yang jatuh di kaki bek Malaysia gagal dikuasai dengan baik. Arief Suyono dengan cepat menyambar bola tersebut.

Setelah mengontrol sejenak, Arief pun melepaskan tendangan kaki kanan yang keras dan membuat Sharbinee kembali memungut bola dari jalanya.

Irfan akhirnya mencatatkan diri ke dalam daftar pencetak gol dalam pertandingan ini pada menit 90. Gol kelima Indonesia ini diawali umpan silang Okto dari sisi kiri, dan disambar dengan baik oleh Irfan yang berada di tiang jauh.

Source :detiksport.com

Spanduk Nurdin Halid Diturunkan Penonton

Sg : spanduk Nurdin Halid
Keberadaan spanduk Nurdin Halid di dalam stadion Gelora Bung Karno sepertinya sangat mengganggu penonton. Spanduk itu kini sudah tiada karena sudah diturunkan oleh suporter.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari cukup banyak spanduk besar yang dibentangkan di dalam GBK, dua di antaranya mencantumkan nama ketua umum PSSI itu.

Yang satu bertuliskan "Nurdin Halid, Demi Kemajuan Sepak Bola Kami Mendukungmu," satunya lagi berbunyi "Nurdin Halid, Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang."

Setelah stadion mulai dipadati suporter, sekitar pukul 18.40 WIB, saat pertandingan pertama antara Thailand versus Laos berlangsung, para penonton yang berada di tribun atas di sektor 12 dan 13, melakukan aksi pencopotan spanduk Nurdin tersebut. Yang satu diturunkan, yang satu dilipat sehingga tulisannya tidak bisa terbaca.

Aksi itu mendapat tepuk tangan meriah oleh ribuan penonton lain yang sudah berada di dalam stadion.

Source : detiksport.com

Gelora Bung Karno Mulai Memerah

Sg : Piala AFF 2010
donesia vs Malaysia mulai ramai. Di mana-mana terlihat suporter tuan rumah berkaos merah.

Dari pengamatan detikSport pukul 17.00 WIB tadi, ratusan suporter Indonesia mulai mendatangi stadion berkapasitas 80 ribu orang itu. Padahal partai Indonesia vs Malaysia baru berlangsung pukul 19.30 WIB.

Penyaringan penonton dilakukan di pagar tepat di luar SUGBK. Hanya para penonton yang sudah memiliki tiket yang diizinkan masuk. Petugas keamanan memeriksa dengan ketat barang bawaan penonton. Barang-barang seperti korek api dilarang dibawa masuk.

Pengamanan di luar stadion cukup kentara meski tidak mencolok. Ratusan petugas polisi dibantu petugas satuan pengamanan terlihat berjaga di sekitar SUGBK.

Di dalam stadion saat ini tengah berlangsung pertandingan pertama Grup A antara Thailand kontra Laos. Sekitar 1.000 penonton sudah duduk di tempatnya karena tiket yang mereka beli bisa dipakai untuk menonton dua pertandingan.

Pengamanan di dalam stadion juga cukup ketat dengan ratusan polisi duduk di antara sektor-sektor tribun stadion.

Pemandangan yang cukup mengganggu di dalam stadion adalah adanya sejumlah spanduk dukungan kepada Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang terus berada di bawah sorotan pencinta sepakbola nasional menyusul buruknya prestasi Indonesia.

Source :

Madrid Hancur Lebur Dicukur Barca 5-0

Written By Bg dani on Tuesday, November 30, 2010 | 6:00 AM

Skuad Barcelona sempurna menuntaskan laga penuh drama dan emosi bertajuk El Clasico melawan Real Madrid. Barca meluluhlantakkan Madrid lima gol tanpa balas, Selasa (30/11/2010).

Permainan cepat dengan kolektivitas tinggi dipertontonkan para punggawa Barcelona sejak menit pertama laga. Terkaget-kaget, pemain Madrid tak mampu mengimbangi pola Barca tersebut.

Alhasil pertandingan baru berjalan 10 menit, Xavi Hernandez sudah membobol gawang Madrid. Pedro menambah pundi gol Barca di menit ke-18.

Usai dua gol, Madrid yang berusaha keluar dari ritme permainan Barca memainkan pola keras. Jegalan keras keluar dari pemain-pemain Madrid.

Babak pertama juga diwarnai oleh dua kontroversi. Insiden CR7 yang mendorong pelatih Barcelona, Pep Guardiola misalnya, membuat ia dikerumuni oleh hampir seluruh pemain Barca. Insiden ini dimulai ketika bola yang keluar dari lapangan pertandingan diambil oleh Pep.

Ronaldo yang meminta bola, hanya bisa kecele saat Guardiola malah melempar bola ke arah lain. Terpancing, Ronaldo mendorong bahu Pep. Ini yang kemudian memancing emosi Valdes. Secara berlebihan ia mengejar Ronaldo. Kedua pemain, baik Valdes dan Ronaldo, diganjar wasit katu kuning.

Tak cukup disitu, insiden berikutnya terjadi antara Messi dan Carlvalho pada menit ke-45. Insiden bermula dari terjatuhnya Messi setelah berkontak dengan Carvalho. Messi bangkit dan menghampiri Carvalho.

Carvalho yang memang dalam posisi memunggungi Messi mengayunkan tangan sehingga sikutnya mengenai muka Messi. Terhadap kejadian ini, wasit memberikan kartu kuning kepada Messi.

Jeda babak pertama, tak membuat permainan Madrid membaik. Barcelona makin menggila. Kombinasi kecepatan Messi dan Villa menghasilkan dua gol. Umpan menusuk messi di menit ke-55 membuat gawang Iker Casillas bobol untuk kali ketiga. Belum cukup, dengan pola sama dan kecepatan yang luar biasa, Messi kembali mengantarkan umpan terobos yang kembali berbuah gol ke empat buat Barcelona di menit ke-58.

Barca benar-benar meraja. Sebaliknya, Madrid benar-benar frustasi. Itu dimanfaatkan Barca untuk mengontrol penuh alur permainan.

Pada lima menit terakhir, Guardiola mengganti Xavi dan Pedro dengan Seydou Keita dan Jeffren Suarez. Suntikan darah segar mendongkrak tensi permainan dan di luar dugaan, pada menit ke-90, Barcelona mampu menambah gol melalui Jeffren.

Gol bermula dari pergerakan Bojan di sektor kiri pertahanan Madrid dan mengakhirinya dengan sebuah umpan silang. Jeffren yang berada di tengah kotak penalti berhasil mengecoh Ramos yang mengawalnya dan mengirim bola masuk gawang Casillas.

Kekalahan Madrid makin menyedihkan saat Sergio Ramos yang emosi melakukan tekel keras ke Messi. Tak cukup, ia bahkan mendorong wajah Puyol hingga terjatuh. Ramos diusir wasit di menit akhir pertandingan.

Tak cukup dipermalukan, kekalahan Madrid kian sempurna karena Barcelona berhasil merebut tahta klasemen yang dipegang Madrid. Barcelona mengoleksi 34 poin dan berhak naik ke puncak klasemen, menggantikan Madrid, yang memiliki 32 poin.

Source : tribunnews.com

Kombinasi Magis Villa-Messi Bawa Barca Hancurkan Madrid 4-0

Kombinasi keceptan luar biasa dipertontonkan oleh Messi dan David Villa. Lewat dua umpan terobosan Messi, Villa mencetak dua gol tambahan dalam laga bertajuk El Clasico, Selasa (30/11/2010).

Umpan menusuk messi di menit ke-55 membuat gawang Iker Casillas bobol untuk kali ketiga. Belum cukup, dengan pola sama dan kecepatan yang luar biasa, Messi kembali mengantarkan umpan terobos yang kembali berbuah gol buat Barcelona di menit ke-58.

Dua gol Barca sebelumnya dicipta oleh Xavi di menit ke-10 dan Pedro di menit ke-18.

Source : tribunnews.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pekanbaru News | Berita Online Pekanbaru Riau - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger